bisnis sampingan

Mitra BIsnis Anda

 

Sejenak Haninta mengernyitkan dahi.

“Skema berpikirnya begini; bisnis itu harus mandiri dan mitra bisnis merupakan kolega mutualistik yang menunjang kemandirian itu. Dengan demikian rasa saling ketergantungan akan terjadi dalam konteks saling menguntungkan. Ini harus dilakukan dalam bisnis apapun,” jelas saya lagi.

“Jadi bisnis jasa seo  tidak boleh egois dan mandiri bukan berarti memusuhi mitra bisnis,” simpul Haninta.

“Yup! Ambil contoh; Dahlan Iskan tidak mungkin menjadi pebisnis media yang sangat sukses tanpa mitra bisnis, yakni kolega periklanan yang terjalin secara mutualistik. Lantas, Jawa Pos (media milik Dahlan Iskan) tidak munkin mandiri manakala tidak menciptakan budaya mandiri dalam pengelolaannya. Dan masih banyak lagi…,” jelasku.

“Dalam skala kecil, angkringan seperti tempat kita nongkrong ini. Saya pernah tanya ke pemiliknya, karena keseringan kesini sih..pemiliknya hanya modal bahan-bahan minuman saja. Kopi, gula, jahe, sekuteng, dan sejenisnya. Tetapi di sini, bisa ada pisang goreng, nasi bungkus, juga aneka camilan ringan lainnya. Ternyata banyak yang nitip makanan di sini,” lanjut Haninta mulai mengerti arah perbincangan saya.

bisnis sampingan

Saya pun tertawa saja.

“Tapi angkringan ini tetap mandiri kan? Artinya, jatuh-bangunnya bukan tergantung dari mereka yang nitip tadi. Justru orang yang nitip makanan disini merupakan kolega atau mitra yang saling menguntungkan,” kata saya menegaskan.

“Bener juga,” tukasnya.

Sejenak perbincangan terpotong karena pesanan, makanan lalapan sudah datang.

“Makan dulu ya, lebih lengkapnya besok saja di kampus,” gurau saya. Haninta mengangguk dan kami segera menyantap makanan tersebut.

Bisnis memang tidak boleh egois dan budaya mandiri perlu dibangun sejak awal ide berbisnis itu muncul. anasir-anasir bisnis –dalam bentuk sikap dan nilai—perlu diterapkan agar apa yang kita geluti berbuah manis.

Oke! Siapkan Anda menjadi pribadi yang mandiri?

Mencoba Peruntungan Distro Online

Ada hal-hal bersifat local genuin atau lokalitas orisinal dan bukan fenomena massif sengaja kami garap. Misalnya, tokoh lokal bahkan tokoh RT yang tidak dikenal siapapun. Kami potret dan kami tulis; Aku tokoh RT lantas namanya. Lucu, unik, itu tujuannya. Tentu dengan ijin yang bersangkutan.lebih jauh.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *