Headphone termahal di dunia Sennheiser HE 1

Headphone termahal di dunia Sennheiser HE 1

Headphone termahal di dunia,Sennheiser HE 1, pertama kali meluncur untuk pasar Asia Tenggara pada tahun lalu. Beberapa wartawan asia tenggara ini dapat kesempatna  pertama yang bisa merasakan pengalaman menjajal headphone Rp 730 juta itu.

Sebelum mengawali sesi listening experience, para jurnalis diwanti-wanti sehingga siap mental. Pasalnya, lebih dari satu orang dikatakan menangis saat pertama kali menerima sensasi HE 1.

Pernyataan itu terlontar dari mulut CEO Seinnheiser, Andreas Sennheiser, terhadap peluncuran HE 1 di Marina Bay Sands, Singapura. Beberapa jurnalis yang ada sontak tertawa mendengar ucapan sang cucu pendiri perusahaan itu.

Usai acara peluncuran, di sebuah kamar hotel yang tetap bertempat di Marina Bay Sands, para jurnalis menunggu giliran satu per satu untuk mendengar lagu via HE 1.

Perangkat yang disempurnakan amplifier tabung dan transistor itu awalannya nampak seperti kotak pemutar vinyl dari tahun 1980-an.

Setelah tombol on dipencet, barulah delapan tabung amplifier menghidupkan diri, bersamaan dengan empat channel penyetel stereo dan kover headphone yang pelan-pelan terbuka. Dibutuhkan saat lebih kurang 12 detik untuk menuntaskan proses tersebut.

Setelah menyita headset dari permadaninya untuk lantas disematkan ke kepala. Penutup telinga (ear cups) yang lebar mengimbuhkan kesan nyaman.

Selain itu, bantalan telinga yang terbuat dari kulit handmade terasa empuk menyentuh sisi-sisian telinga. Hal itu menyebabkan seperti tak memakai alat apapun.

Dalam satu sesi, ada tiga lagu yang didengarkan dengan total durasi lebih kurang enam menit. Saat lagu pertama dimulai, bunyi terdengar natural seakan tanpa perantara headphone. Tak ada kesan keras yang menusuk telinga meski volume disetel cukup tinggi.

Hal itu langsung menyebabkan kesan seperti amat berada di sedang panggung konser. Ada penyanyi yang melantunkan lagu tepat di depan muka, lantas dentuman instrumen lainnya melingkari dari segala penjuru.

Bunyi-bunyi yang dihantarkan tiap alat musik terdengar begitu memahami satu per satu. Pukulan drum dari belakang ditimpali bunyi gitar dan biola di segi kanan kiri. Ada juga nada backing vocal yang bikin merinding karena seperti berbisik di leher.

“Gue berasa nggak ada di ruangan ini. Gila sih,” kata April, wartawan yang mendapat giliran selanjutnya. Tak ada yang membantah, kami seluruh sepakat.

Audio super jernih dengan kualitas mirip mendengar nada asli atau sering disebut high fidelity berikut dimungkinkan perpaduan amplifiertabung dan amplifier transistor terhadap HE 1.

Tiap tabung bertugas turunkan distorsi hingga ke titik paling rendah dalam proses reproduksi audio, yakni menggapai 0,01 persen di 1 kHz dengan tekanan nada 100 dB.

Sementara itu, kekayaan dan kehangatan bunyi didapat karena HE 1 bisa merespons frekuensi pada 8 Hz hingga lebih dari 100 kHz. Kisaran berikut melampaui kapabilitas pendengaran manusia yang rentangnya hanya 20 Hz hingga 20 kHz.

Secara keseluruhan, ada 6.000 komponen terhadap HE 1 yang disusun untuk menghasilkan pengalaman mendengar audio yang mumpuni.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *