bisnisss

Bisnis Anak Muda Jaman Now

“Terkadang saya masih malu kalau teman-teman ada yang menyebut saya ini pelaku bisnis. Saya ini hanya tukang sablon,” ucapnya. Tentu pernyataan tersebut membuat saya terhenyak. Kaget. Dan tidak menyangka.

Sejenak pembicaraan terhenti. Teman saya datang dan ikut nimbrung.

“Tuh tanya gimana awal bisnisnya?” seloroh teman saya.

“Saya ini hanya tukang sablon, Mas?” ucap Tomy mengulangi pernyataannya.

“Tapi bukan sembarang tukang sablon. Seorang owner Tomtom Distro dengan omset jutaan,” bantah teman saya.

“Apapun yang Mas Tomy lakukan, saya tetap tertarik untuk mengetahui ‘Tomtom Distro’ sebuah distro online,” kata saya tegas.

Akhirnya pemuda Jogya ini dengan sangat merendah menjelaskan awal dan konsep usahanya yang katanya hanya modal ratusan hingga jutaan rupiah.

“Tomtom Distro itu hanya menjual kaos yang limited. Sengaja saya buat demikian. Jujur, Joger, Dagadu, Dadung, dan sebagainya pemain di bidang kaos yang senior telah memulai. Tetapi ada hal mereka lupakan bahwa ‘kaos akan menjadi tidak biasa ketika memiliki ikatan batin dengan pemiliknya”. Ini yang saya jual,” jelas Tomy.

Saya lebih kaget lagi dengan konsep ini. Bagaimana bisa kaos bisa memiliki sejarah dengan pemiliknya?

“Bagaimaa hal itu terjadi?” tanya saya super penasaran.

“Tomtom Distro memang menjual kaos kualitas terbaik dengan desain sesuai selera pembeli. Misalnya, ada pembeli yang kirim email foto diri, pacar, keluarga, atau lainnya untuk kita desain. Dan minimal pemesanan adalah 5 pieces. Kami memiliki desainer profesional, dan semua dilakukan dengan cara online,” jelas Tomy bersemangat.

“Oke. Ini trobosan dalam menggaet pasar. Artinya, Tomtom Distro hanya melayani pesanan?” tanya saya.

bisnisss

“Tentu tidak. Ada hal-hal bersifat local genuin atau lokalitas orisinal dan bukan fenomena massif sengaja kami garap. Misalnya, tokoh lokal bahkan tokoh RT yang tidak dikenal siapapun. Kami potret dan kami tulis; Aku tokoh RT lantas namanya. Lucu, unik, itu tujuannya. Tentu dengan ijin yang bersangkutan,” ungkap Tomy lagi.

“Pilihan yang di luar nalar,” seloroh saya.

“Bahkan pada Mei 2017 lalu, kami mengeluarkan kaos dengan gambar seorang tukang sapu yang biasa membersihkan jalan di seputar Tugu (Jogyakarta). Kami buat desainya mirip-mirip Che Guevara dengan tagline; Sapu Bersih Kotaku!” jelasnya sambil tertawa.

Baca Juga

The Three of Tempting Digital Businesses in 2017
Baca 5 Faktor Penyebab Bisnis Start Up Jadi Gemerlap

“Dan animonya?”

“Cukup banyak yang order sejak kita launching di website, sebagian rupiah kita berikan kepada si tukang sapu yang kita foto,” ucapnya serius.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *